Tuesday, January 22, 2013

Tabel Cita-Cita

Inilah tugas Ilmu Sosial Dasar yang bertemakan Tabel Cita-Citaku


Tahun
Cita-cita
2009
Tahun 2009 saya masuk ke SMA Negeri 2 Cirebon. SMA Negeri  2 Cirebon adalah SMA favorite dan SMA RSBI di Cirebon.
2010
Tahun 2010 saya  naik kelas ke kelas 11 IPA 8 dan saya berhasil masuk jurusan IPA dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik.
2011
Tahun 2011 saya mendapatkan nilai dengan hasil yang memuaskan dan naik tingkat ke kelas 12
2012
Lulus UN dengan nilai yang memuaskan.
Berharap dapat masuk ke Universitas Negeri Diponogoro tetapi tidak lulus.
Masuk ke Universitas Gunadarma dengan jurusan Teknik Informatika.
2013
Awal semester di Universitas Gunadarma dan ingin mendapatkan IP minimal 3.2
2016
Lulus dengan kumlaude dan bekerja di bidang yang sejalur dengan teknik informatika. 

Wednesday, January 16, 2013

Setetes Keringat di Tengah Kota Depok


“Apapun pekerjaan yang kita kerjakan janganlah gengsi walaupun title yang kita raih sudah tinggi asalkan pekerjaan itu halal dan menghasilkan uang” ujar seorang gadis perantau  dari salah satu kabupaten di pulau Sumatra yang berjuang hidup ditengah kerasnya kota Depok ini memiliki nama Dita Supriyeti. Ya, panggil saja beliau Mba Dita. Mba Dita yang mempunyai keturunan Lampung dan Betawi ini sudah merantau dari sejak SMA hingga saat ini. Banyak likuk pikuk kehidupan yang telah ia alami semenjak berpisah dengan orangtuanya yang tinggal di Lampung Barat perbatasan Bengkulu.

Siang hari setelah saya selesai kuliah saya beranjak pergi ke tempat berjualan mba Dita di jl.Margonda depan kampus D Gunadarma, Depok. Terlihat ia sedang sibuk melayani  pelangan-pelanggan setianya. Mba Dita adalah salah seorang pengusaha yang terjun di dalam usaha kuliner ini sudah tergolong sukses. Ia memasarkan jajanan Es Pisang Ijo dengan varian rasa dan harga yang berbeda. Es Pisang Ijo buatan mba Dita ini sangat banyak peminatnya. Setelah usai melayani pelanggan setianya, mba Dita meluangkan waktu untuk berbagi cerita tentang bagaimana perjalanan hidupnya untuk bertahan hidup hingga saat ini.
Berawal dari kehidupan yang keras di tengah kota Depok yang sudah terbawa gaya hidup Ibukota, saya bertanya kepada mba Dita tentang pahit manis yang dialami saat menjual Es Pisang Ijo “Saya berjualan es pisang ijo ini kurang lebih sudah 1 tahun, dan banyak sekali pahit manis yang dirasakan. Seperti hal nya jika barang yang kita jual tidak habis terjual. Sejak awal saya berjualan ini, saya agak susah memasarkannya agar jualan saya habis dengan target yang sudah ada, tapi sekarang saya bersyukur banyak pelanggan setia yang selalu datang untuk membeli es pisang ijo” ujar gadis yang berusia 27 tahun ini. Ya, perjuangan mba Dita tidaklah mudah, ia harus bertahan agar makanan yang ia jual habis terjual dengan penuh pengorbanan.  Mba Dita mulai membuka tokonya pada pukul 10.00 pagi dan tutup setelah habis sekitar jam 16.00 sore. Mba Dita yang bertempat tinggal di Citayam setiap harinya harus menyetir motor demi  berjualan es pisang ijo di Margonda. “saya memilih jualan es pisang ijo di sini karena perhitungan ekonomi yang bisa dibilang cukup maju,  letak dan pasar yang strategis membuahkan hasil yang lebih menguntungkan” jelas mba Dita yang ditanya alasan mengapa berjualan di Depok dibandingkan berjualan di Citayam yang berjarak jauh dari kediamannya.  “Di daerah saya banyak orang-orang pendatang dan bekerja diluar citayam, rata-rata alasan mereka mungkin sama dengan saya, karena hasil yang didapat bisa lebih besar walaupun sebanding dengan capek yang dirasakan” ucap mba Dita saat saya bertanya tentang kondisi ekonomi di daerahnya. Kemasyarakatan disana nyaman, tentram, dan damai “untungnya saya berada dalam lingkupan yang lingkungannya bisa saling bekerja sama dan saling tolong menolong” ujar seorang Sarjana lulusan Universitas Kristen Indonesia jurusan Perbankan.  Jaman sekarang banyak sekali orang yang gengsi untuk melakukan usaha atau pekerjaan mulai dari nol, maka dari itu banyak pengangguran-pengangguran yang berceceran dimana-mana dengan title yang tinggi, karena menurut mereka pekerjaan yang mereka kerjakan tidak setara dengan title yang mereka miliki “agar indonesia bisa mengurangi angka pengangguran dan bisa menjadi negara dengan rata-rata pendapatan yang besar, maka kita harus menciptakan lapangan kerja atau berfikir untuk berusaha agar semua tidak menjadi pengangguran dan dapat menambah rata-rata pendapatan negara Indonesia” ujar mba Dita setelah saya menanyakan bagaimana pendapat  tentang alat masa depan untuk memajukan kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia.
Ya, sangat banyak pengalaman yang bisa kita dapat dari seorang pengusaha sukses yang terjun di dalam usaha kuliner. “Bapak dan Ibu saya ajarannya disiplin dan pantang mundur, jalani kerasnya hidup yang semakin berat dan lakukan yang terbaik untuk negri ini” ujar mba Dita sambil menutup toko es pisang ijo nya yang sudah habis laris terjual.

Saturday, December 29, 2012

3 hal Untuk Memahami dan Mengerti Perasaan Seseorang


Perasaan adalah suatu anugerah yang diberikan Allah SWT kepada manusia untuk dapat merasakan semua rasa yang ada. Perasaan ini lah yang sangat berpengaruh kepada kehidupan manusia. Ya, tentu saja perasaan ini bisa disebut suatu pengalam yang abstrak yang sukar diketahui apa lagi diukur.  Perasaan yang mengembangkan diri kita menjadi seseorang yang lebih kuat. Sungguh luar biasa kita dapat merasakan rasa bahagia, sedih, marah, dan kecewa. Semua itu adalah pembelajaran dan anugerah dari Allah SWT.
Dikehidupan sehari-hari kita dapat merasakan sesuatu yang terasa berbeda saat sedang senang, sedih, marah, ataupun kecewa. Memahami dan mengerti perasaan hati orang lain sangatlah penting agar kita dapat bersikap lebih empati tentang apa yang sedang mereka rasakan. Jika mereka senang, tentu akan membawa kebaikan pada diri kita sendiri juga. Sebaliknya, jika hati mereka sedang galau dan tidak nyaman kita pun dappat datang untuk menawarkan sebuah bantuan atau sekadar menghiburnya.
Tapi, bagaimana cara memahami dan mengerti perasaan orang lain? Coba kita perhatikan bagaimana sikap dari sesorang yang berada disekitar kita. Sapa mereka dengan senyuman, dan coba ajak mereka mengobrol bersama, dan perhatikan kontak mata lawan bicara kita, dan coba kita rasakan apa yang sedang mereka rasakan... Perhatikan 3 hal untuk memahami dan mengerti perasaan seseorang:

Pertama, Senyuman
Ya, hal yang satu ini jelas sangat mendominasi untuk mewakili perasaan dan suasana hati seseorang. Jika hati seseorang itu sedang senang, maka saat kita menyapanya dia akan tersenyum lebar menampakan senyuman bibir dan seluruh raut wajahnya. Sedangkan jika suasana hati seseorang sedang tidak nyaman, maka apabila kita menyapanya orang tersebut akan cenderung menampakan senyuman pada bibirnya saja dan bukan senyuman pada seluruh raut wajahnya. Yup, disini kita bisa merasakan sesuatu yang berbeda..

Kedua, Gaya bicara atau Mengobrol
Orang yang sedang senang hati dan perasaannya, saat diajak mengobrol akan terkesan lugas dan tidak terkesan jaim untuk menyembunyikan sesuatu.Mereka bebas dan seakan bebas tanpa beban dalam hati. Berbeda dengan orang yang sedang tidak nyaman hatinya, gaya bicaranya terkesan hanya sebatas menimpali jawaban dan itu pun simple dan tidak ada inisiatif untuk melanjutkan obrolah itu.

Terakhir, Tatapan mata
Nah hal ini juga yang paling mudah ditebak. Jika seseorang hatinya sedang berbunga-bunga atau senang, maka saat kita mengajak ngobrol mereka akan lebih sering menatap kita. Akan tetapi, saat suasana hatinya sedang galau maka tatapan mata mereka beralih kepada benda-benda yang ada disekitarnya, karena mereka akan cenderung mengalihkan perhatiannya dengan menoleh melihat benda-benda lain itu.

Memahami suasana perasaan hati seseorang  itu sangat penting. Terutama kepada orang yang kita sayangai dan cintai. Karena sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang manusia untuk saling menjaga hati dan perasaan agar selalu berada dalam kondisi yang nyaman, tentram, dan damai. Jika semua perasaan tentram dan damai, maka akan berdampak positif juga terhadap perasaan kita. Semoga semua orang bisa mengelola perasaan nya masing-masing agar perasaan kita menjadi tentram, nyaman, dan luar biasa. Amin..........